Bulan yang penuh keberkatan kembali lagi untuk tahun ini....Ramadan kali ini aku rasa berlainan sekali dari sebelumnya....Ramadan kali ni aku tempuhi dengan penuh semangat dan kebahagiaan...rasa tenang sangat ramadan kali ini rasa mcm sebati dengan diri ni....
Mungkin aku dah mula menginjak ke alam yang lebih dewasa.....rasa sayang sangat untuk meninggalkan walaupun satu hari dari melakukan ibadah ini....Malam2 diisi dengan aktiviti kerohanian dengan semangat yang 'lain dari biasa'....
Ahad, 30 Ogos 2009
Selasa, 18 Ogos 2009
Mengapa Matahari ?

Seorang wanita bertanya pada seorang pemuda tentang cinta dan harapan. Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pemuda berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pemuda ingin jadi matahari, bukan kupu-kupu atau kumbang yang terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pemuda berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung kerana matahari dan bulan tidak mungkin bertemu, tetapi pemuda tetap ingin menjadi matahari. Wanita berkata ingin menjadi burung yang mampu terbang ke langit jauh daripada matahari dan pemuda berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah tiga kali menduga namun pemuda tetap keras kepala, ingin jadi matahari tanpa mahu ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa matahari juga yang menjadi pilihannya. Sang pemuda merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pemuda ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarannya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu-kpu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih iaitu memberi tanpa syarat, tanpa mengharapkan imbuhan.
Saat wanita jadi bulan, pemuda tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat kepada matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak dapat menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya, agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini dinamakan pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Dan saat wanita jadi burung yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pemuda tetap selalu jadi matahari agar burung bebas untuk pergi pada bila-bila masa pun ia mahu dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan burung untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk burung.
Matahari selalu ada untuk burung bila-bila pun ia mahu kembali walau burung tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain burung yang berupaya masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya. Ini disebut sebagai kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan tegar untuk memaafkan. Pemuda tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
p/s : adakah aku akan dapat this type of lelaki....hopefully
Khamis, 13 Ogos 2009
Cinta Setangkai Ranting Dan Sebatang Pohon

Suatu ketika Plato berbicara dengan gurunya. Plato bertanyakan makna cinta dan gurunya pun menjawab: “Masuklah ke dalam hutan, pilih dan ambillah satu batang ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan jangan kembali ke belakang. Pada saat kau sudah memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut.”
Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang ranting pun. Gurunya bertanya, maka jawab Plato : “Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus, tetapi saya berfikir barangkali di depan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan, ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik. Maka saya keluar hutan tanpa membawa apa-apa.
Guru itu pun berkata: “Itulah cinta.” Lalu Plato pun bertanya apa makna perkahwinan. Guru pun menjawab: “Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau haruslah membawa satu pohon yang kau fakir paling baik dan bawalah keluar dari hutan.” Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah.
Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato: “ Saya dapati pohon yang indah daunnya, besar batangnya. Tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan. Akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya temukan pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya fikir mampu membawanya kerana mungkin saya tidak akan menemukan pohon seperti ini di depan sana.
“Akhirnya saya pilih pohon ini kerana saya yakin boleh merawatnya dan menjadikannya indah.” Lalu sang guru berkata: “ Itulah makna perkahwinan. Begitu banyak pilihan kita seperti pohon-pohon dan rantingnya di dalam hutan, tapi kita mesti menentukan satu pilihan dan bila terlalu memilih, tidak satu pun akan kita dapati.”
Kerana, kesempatan itu hanya datang sekali dan kita harus terus maju seperti waktu yang bergerak ke depan yang tidak pernah tersimpan pada hari kelmarin dan bersemayam pada masa lalu kita.
Selasa, 7 Julai 2009
renungan....
Jangan pernah fikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tetapi sedarilah bahawa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya. Perkahwinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan bujang tidak memiliki kesenangan. Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria kerana kecantikan atau ketampanannya, sama seperti membeli rumah kerana lapisan catnya. Harta milik yang paling berharga bagi seorang pemuda di dunia ini adalah hati seorang wanita. Begitu juga persahabatan. Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga. Persahabatan sejati tidak ubah seperti nikmat kesihatan yang baik, nilainya baru kita sedari setelah kita kehilangannya.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan di kala kamu senang dan perisai di waktu kamu susah. Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman , jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Kerana semua manusia itu baik kalau kamu mampu melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu mampu melihat keunikannya. Tetapi……semua manusia itu akan buruk dan membosankan sekiranya kamu tidak bisa melihat kedua-duanya sekali.
Begitu juga dengan kebijaksanaan. Kebijakan itu seperti cairan yang mana kegunaannya terletak pada penyerapan yang benar. Orang pintar sekalipun akan gagal apabila mereka memikirkan terlalu banyak hal. Sedangkan orang bodoh seringkali berhasil melakukan tindakan tepat. Dan bahawasanya, keintelektualan sejati tidak datang dari pemikiran kita semata-mata tetapi turut bersandarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna, bukan? Mereka yang mahu belajar dari kesalahan adalah seorang yang bijak. Adalah sesuatu yang amat menyedihkan apabila melihat orang berkeras bahawa mereka benar meskipun terbukti salah. Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di hadapan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam diri kita sendiri.
Kita tidak berupaya untuk mengubah masa lalu tetapi sesungguhnya, dapat menhancurkan masa kini dengan berasa khuatir tentang masa depan. Bila kita mengisi hati dengan penyesalan untuk masa lalu dan kebimbangan untuk masa-masa yang akan mendatang, percayalah. Kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri. Justeru , jika kamu berfikir tentang hari kelmarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, bererti kamu sudah berada di jalan yang benar menuju kejayaan.
Selasa, 23 Jun 2009
keinginan yg lama terpendam....

Apabila bercakap tntang penulisan, aku x pernah sebenarnya berminat untuk menulis.....sejak dari dulu aku ter 'influence' dengan adik aku yg obses dengan penulisan....konon2 nya nak tiru dia la yg suka sgt menulis tntg ketidakpuasan hati n tntang perasaan yg terpendam...
Pernah satu ketika aku memiliki sebuah dairy, selama 3 tahun diary yg mempunyai x sampai 50 page tu baru aku berjaya habiskan hehehe (betapa slownya aku dalam arena penulisan)....aku x pandai luahkan perasaan melalui penulisan or melalui mana2 sumber pn...kadang2 perasaan tu tersimpan dan terpendam mcm tu je tanpa ada sebarang tindakan...itulah satu kepuasan bagi diri aku rasanya....so luahan hati aku x pernah ada yg tahu...tentang blog ini pn sama jgk la konsepnya hehehe...ter 'influence' ngan adik aku jugak hehehe...thats y la x terupdate dari dulu lagi..kehadiranya maybe hanya sekadar untuk memeriahkan arena blog yg semakin berkembang luas saat ini....aku bukanlah seorang blogger yg baik, aku cuma sekadar untuk mencuba dan selagi nafas ini berbunyi, blog ini akan ada ceritanya....
Jumaat, 12 Januari 2007
Langgan:
Catatan (Atom)